Harga Naik Mencekik BEM SI Temui Ketua MPR RI Suarakan Reformasi Jilid II

Harga Naik Mencekik BEM SI Temui Ketua MPR RI Suarakan Reformasi Jilid II - Senin (9/1) BEM seluruh Indonesia mendatangi ketua MPR RI, untuk menyampaikan jeritan rakyat atas melambungnya harga-harga kebutuhan rakyat. lsu-isu kerakyatan menjadi sorotan utama dalam penyampaian aspirasi kepada Zulkifli Hasan, selaku Ketua MPR RI ini. Kenaikan harga yang tiba-tiba menghampiri ini seperti sengatan listrik dan kado pahit untuk masyarakat Indonesia dalam mengawali tahun 2017.

Drama politik mengawali kisah kenaikan Tarif Dasar Listrik, BBM, STNK, BPKB, bahkan harga cabai. Saling lempar tanggung jawab di pemerintahan mewarnai blantika media, yang menandakan lemahnya koordinasi, atau mungkin memang kebijakan ini titipan antek neolib. Belum lagi tenaga kerja asing yang memperberat kaum pribumi untuk mendapatkan lapangan kerja yang layak dan terancam menganggur.
Harga Naik Mencekik BEM SI Temui Ketua MPR RI Suarakan Reformasi Jilid II


Isu kerakyatan ini menjadi bola panas yang digulirkan kepada rakyat. "Pemerintah dinilai main-main dalam mengelola negara padahal Indonesia bukan mainan," ujar Bagus Tito Wibisono, Koordinator BEM SI. Lekat dalam ingatan aksi mahasiswa BEM SI 20 Oktober 2016 lalu, kurang lebih 5000 massa mendatangi istana untuk bersilahturahim dengan Presiden RI Joko Widodo namun di tolak. Hal ini menjadi tonggak gerakan mahasiswa untuk lebih militan dalam pergerakan karena saat ini isu kerakyatan menjadi bola panas yang digulirkan.

Genderang perlawanan sudah dikobarkan atas nama penderitaan rakyat, sejatinya mahasiswa bergerak untuk melawan tirani dari sang penguasa. "Mahasiswa dan rakyat sudah bergejolak, jika tidak ada itikad baik Pemerintah mensejahterakan rakyat maka kami mahasiswa dari Sabang sampai Merauke akan berjuang melalui parlemen jalanan," tambah Bagus yang juga Ketua BEM UNJ ini. Sudah saatnya Presiden harus melihat ini sebagai isu yang holistik bagi rakyat Indonesia.

Bila Presiden lupa dengan kekuatan mahasiswa maka BEM Seluruh Indonesia akan menyatukan kekuatan melalui parlemen jalanan.

"Jangan salahkan bila reformasi jilid II meledak," tutup Bagus.

loading...