Nyinyir "Muslim Kok Pake Produk Kafir.." Ini Jawaban Telaknya!!!

Kacamata saya Prada, jas Zara. Dalamnya memakai kemeja Camel Active, Columbia, Giordano, Elle Home, ada juga Pierre Cardin. Celana jeans saya Nail dan bersepatu Timberland. Punya juga Sketcher. Terkadang membawa tas Fossil, berdompet Picard dan menggunakan telepon genggam iPhone SE berbalut casing kulit Louis Vuitton. Jam tangan masih pake Casio Protrek. Walaupun tidak menambah kegantengan saya, karena memang sudah ganteng dan keren dari sananya (#keselek #abaikan :D).

Sebagian orang kemudian mempermasalahkan karena produk orang-orang kafir.

Begini, bahwa hukum asal segala barang adalah halal dan boleh digunakan. Jika tidak ada dalil yg menunjukkan haramnya, maka barang-barang tersebut kembali ke status asalnya yaitu halal dan boleh digunakan.

Haramnya loyal (wala’) kepada orang kafir, ini bukan berarti kita tidak boleh bermuamalah dengan mereka. Jadi tidaklah terlarang melakukan jual beli barang-barang yg bernilai mubah dan memanfaatkan keahlian mereka. Atau bahkan berbisnis hingga bekerja dengan mereka.

Nyinyir "Muslim Kok Pake Produk Kafir.." Ini Jawaban Telaknya!!!


Silakan dilihat hadits yg diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya pada Bab "Muamalah Sayyidina Muhammad saw bersama orang Yahudi Khaibar'. Dalam hadits tersebut diceritakan bahwa Rasulullah saw bersama Sayyidina Abu Bakar ra pernah memberi upah kepada salah seorang dari Bani Dil (Yahudi) sebagai penunjuk jalan dan mengantar keduanya sampai ke Madinah. (Shahih Bukhari, 2/790)

Dilihat pula hadits selanjutnya bahwa Sayyidina Rasulullah saw biasa bermuamalah dengan orang Yahudi. Bahkan ketika beliau meninggal dunia, Sayyidatina Aisyah ra mengatakan bahwa ketika itu baju besi beliau tergadai di tempat orang Yahudi untuk membeli makanan gandum sebanyak 30 sha’. (Shahih Bukhari, 3/1068)

Imam Syafi’i dan Baihaqi ra mengatakan bahwa orang Yahudi tersebut bernama Abu Syahm. (Fathul Bari, 5/140). Ibnu Hajar ra mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat pelajaran tentang bolehnya bermua’amalah dengan orang kafir selama belum terbukti keharamannya.” (Fathul Bari, 5/141)

Sebagaimana diceritakan oleh Sayyidatina Aisyah ra pernah mengirim utusan kepada orang Yahudi untuk membeli pakaian darinya dengan pembayaran yg ditunda, tetapi orang Yahudi tersebut menolaknya. (Jami’ Shahih Sunan At Tirmidzi, 3/518)

Masih kurang? Mari kita lanjutkan...

Sayyidina Rasulullah saw pernah memakai baju buatan Yaman sebagaimana dalam hadits dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah saw ketika sakit, beliau keluar memakai baju Qithriyyah (yaitu baju bercorak dari Yaman yang terbuat dari katun). Perlu diketahui bahwa kebanyakan penduduk Yaman ketika itu adalah orang-orang kafir.

Diriwayatkan pula bahwa Sayyidina Rasulullah Muhammad saw pernah menggunakan sepatu buatan Habasyah (Ethiopia) yg ketika itu adalah negeri kafir. Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Buraidah:
"Raja Najasyi pernah memberi hadiah kepada Nabi saw dua buah sepatu yg berwarna hitam, kemudian beliau menggunakannya dan mengusap kedua sepatu tersebut." (Mukhtashar As Syama-il halaman 51).

***

Bro, kalau lu terus-terusan sensi dengan bilang bahwa kita gak boleh pake produk orang kafir, lu gagal paham. Artinya lu emang belum nyampe belajarnya.

Kita mah kagak ribut dan kagak boleh ribut sama orang-orang kafir DZIMMI, non muslim yg tinggal berdampingan secara damai. Kita mah ribut kalo diajak ribut sama kafir HARBI, non muslim yg mengajak keributan hingga peperangan. Lu jual, gue beli kalo kata orang Betawi mah.

Makanya, Bro. Kalo sekolah jangan mabal.
Eh iya, udah bener kan minum Norit? Sempurnain sama Oralit, Bro. Biar cairan tubuh lu yg terkuras habis karena mencret cepet pulih. Oke Bro?

#AMI
#SelamatkanIndonesia
#LintasanPikiran.

FB: Azzam Mujahid Izzulhaq

loading...