Sedih…!!! Balada Mobil Listrik Indonesia, Pemerintah Lebih Memilih Import Daripada Menggunakan SDM Dalam Negeri, Hingga Ricky Elson Sang Pakar Mobil Listrik Kini Harus Memilih Angon Kambing

oleh

Sedih…!!! Balada Mobil Listrik Indonesia, Pemerintah Lebih Memilih Import Daripada Menggunakan SDM Dalam Negeri, Hingga Ricky Elson Sang Pakar Mobil Listrik Kini Harus Memilih Angon Kambing…

Setidaknya, inilah yang menjadi curhatan Ricky Elson, pakar mobil listrik yang pernah berkolaborasi dengan Dahlan Iskan dalam upaya mewujudkan mobil listrik di Indonesia beberapa waktu yang lalu. Walau kemudian, akibat proyek itu, Dahlan Iskan menjadi pesakitan KPK.

loading...

Sedih...!!! Balada Mobil Listrik Indonesia, Pemerintah Lebih Memilih Import Daripada Menggunakan SDM Dalam Negeri, Hingga Ricky Elson Sang Pakar Mobil Listrik Kini Harus Memilih Angon Kambing

Berikut curhatan Ricky Elson sebagaimana kami kutipkan di akun Facebook ybs (11/9):

Seandainya mereka tahu
Prakarya sederhana ini adalah
Stator dari Mesin Mobil Listrik
Permanent Magnet Synchronous Motor 30kW dengan berat 16kg..

Yang merupakan Cikal bakal
1. Mesin Mobil Listrik Pindad 6 Agt 2012
2. Mesin MOLINA ITB 2014
3. Mesin MOLINA UI 2015
Yang saya siapkan sejak tahun 2009

Dan Ini semua
bisa dikerjakan diatas Meja oleh siapapun..
Tapi.. sepertinya “Impor” adalah solusi yang lebih mudah saat ini.. di Negri ini

Tapi ya sudahlah..
Ini negri saya..
Saya sudah tak sedih lagi..
Tak bisa sedih.. tak boleh sedih

Saya ingat ucapan Pak Dahlan Iskan
“Cintai negri ini apa ada nya”
Jika demikian , mungkin saat ini..

Lebih baik saya jualan Domba dan kaos saja
Agar bisa mengundang dan menyediakan fasilitas bagi anak anak muda dari berbagai Pelosok Negri ini,
Yang masih mau datang pada saya
Untuk belajar Teknologi Perancangan Mesin ini di Ciheras..

Dan harapan saya
MOHON Jangan usir saya ke Luar Negri..
MOHON IZINKAN saya di Ciheras saja.
Silahkan Impor sesukanya..

Ciheras, 20170911
#ImporlahSesukanya
#JanganUsirSayaKeLuarNegri


Tag:

    balada mobil listrik - jangan usir saya keluar negeri -
Digital currency exchangers
loading...