Letjend TNI Mar (Purn) Suharto: 5000 Senjata Bisa Untuk Merebut dan Kuasai Jakarta

oleh
Letjend TNI Mar (Purn) Suharto: 5000 Senjata Bisa Untuk Merebut dan Kuasai Jakarta
loading...

“Letjend TNI Mar (Purn) Suharto: 5000 senjata bisa untuk merebut dan kuasai Jakarta”

Mantan Komandan Korps Marinir (1996-1999) Letjend TNI Marinir (Purn) Suharto angkat bicara terkait pernyataan Panglima TNI di acara Silaturahmi Nasional 2017 yang lalu tentang 5000 senjata. Bahwa apa yang disampaikan oleh Panglima TNI adalah sejalan dengan pemikirannya selama ini. Karena perkembangan akhir-akhir ini telah membuatnya sebagai Tentara dan mantan tentara harus bercuriga dengan hal itu.

loading...

“Apalagi kalau dikaitkan dengan pernyataan saya dahulu tentang Grand Design Pelemahan NKRI dan bagaimana hubungan TNI – POLRI, adalah kini menjadi kenyataan, bahwa POLRI sudah menjadi tirani baru,” katanya pada Portal Infokom (27/9/2017).

Letjend TNI Mar (Purn) Suharto: 5000 Senjata Bisa Untuk Merebut dan Kuasai Jakarta

Dan kalau kata pak Wiranto (Menkopolhukam-red) mengatakan bahwasanya BIN yang pesan senjata 517 pucuk. Maka itu menimbulkan pertanyaan bagi mantan Komandan Detasemen Mabes ABRI ini.

“Ada apa BIN pesan 517 senjata laras panjang, BIN khan pengumpul data, bukan satuan tempur, untuk apa?” tanyanya heran.

Karena menurutnya senjata utama BIN adalah otaknya dan kalau senjata di luar itu yang dibutuhkan adalah senjata untuk bela diri saja. Maka timbul pertanyaan apa maksud dan tujuan pemesanan senjata itu.

Kalaupun ada yang klarifikasi bahwa pesanan itu untuk senjata latihan pun menurutnya terlalu mengada-ada. Karena waktu Suharto sebagai komandan di PUSDIKMAR di tempat latihan menembak, bahwa tidak ada kebutuhan senjata latihan sebanyak itu, karena senjata dipakai bergantian oleh siswa dalam latihan menembak dan itu tidak ada sampai 500 jumlahnya.

“517 itu bukan jumlah main-main, itu sudah hampir 1 batalyon, apalagi kata Panglima ada pemesanan lain 5000 pucuk senjata, oh itu dashyat sekali,” tegasnya.

Karena 5000 senjata itu menurutnya itu sama saja bisa mempersenjatai hampir 10 batalyon, dan bagi siapa saja dengan kekuatan 10 batalyon itu bisa untuk merebut dan menguasai Jakarta ini (Ibukota Negara-red).

Baca juga:  Siapa Dalang Dibalik Aksi Penolakan Ustadz Abdul Shomad di Bali?

“Makanya untuk apa senjata-senjata itu, dan nanti yang diperkuat dan dipersenjatai itu siapa?” tanyanya lagi.

Dan selaku tentara yang memiliki insting dan nalurinya mengatakan bahwa ini seperti ada yang ingin bangun kekuatan, terserah entah kekuatan dari mana.

Dan bahwa kata Panglima TNI yang melakukan pesanan ini adalah institusi non militer, Suharto mengatakan tidak tahu, tetapi kalau memang itu benar adanya maka sebagai purnawirawan TNI, maka saya akan lawan itu karena menurutnya itu tidak dibenarkan.

“Saya akan pakai helm saya lagi dan senjata saya lagi dan saya mobilisir semua kawan-kawan saya yang sekarang pensiunan untuk lawan itu,” tegasnya

Sumber: Media Hankam