Munafikun Laknat…!!! Ade Armando Hina Ust. Arifin Ilham, Padahal Dia Ternyata Berpoligami Juga

oleh
Munafikun Laknat…!!! Ade Armando Hina Ust. Arifin Ilham, Padahal Dia Ternyata Berpoligami Juga
loading...

Munafikun Laknat…!!! Ade Armando Hina Ust. Arifin Ilham, Padahal Dia Ternyata Berpoligami Juga – postingan di grup diskusi (milis) yang diduga dikirimkan oleh Ade Armando tahun 2007 yang lalu bocor ke publik. Postingan itu berisi kedok Ade Armando yang ternyata dirinya juga pelaku poligami.

loading...

Berikut kutipan milis itu selengkapnya:

Dinda yang terhormat,

Kalau Anda menganggap saya tidak konsisten, ya tidak apa-apa. Kalau Anda tidak akan mendukung saya menjadi anggota KPI, ya juga tidak apa-apa (Lagipula, saya memang sudah tidak terpilih kembali kok)

Tapi pertama-tama, saya harus katakan bahwa sebenarnya dalam hidup orang memang bisa berubah. Apalagi bila kita terus belajar, seringkali kita menemukan hal-hal baru, penjelasan-penjelas an baru yang dapat mengubah sikap-sikap kita sebelumnya. Saya justru menyarankan agar kita tidak fanatik berpegang pada satu pendapat dan menutup mata dan telinga pada pendapat lain yang berbeda.

Sebagai contoh, saya dulu misalnya sama sekali tidak bisa menerima pornografi. Sekarang, saya menganggap bahwa yang terpenting adalah kalaupun pornografi itu diizinkan, pornografi harus ditawarkan hanya di tempat-tempat terbatas dan tidak boleh memuat materi yang mengandung kekerasan terhadap perempuan atau menampilkan model anak-anak.

Poin saya, perubahan adalah sesuatu lazim. Sebagian orang bahkan bisa berpindah agama, atau menjadi kehilangan kepercayaan kepada Tuhan, atau sebaliknya, dari tidak beragama menjadi beragama. Orang bisa bercerai, orang bisa mengubah orientasi seksualnya, dst.

Tapi dalam hal poligami, sebenarnya saya tidak mengalami loncatan ekstrem. Kalau Anda baca tulisan saya tiga tahun yang lalu, yang sebenarnya saya tekankan adalah bahwa kalaupun Puspo melakukan poligami, ia tidak harus mempromosikannya. Saya tetap percaya bahwa poligami tidak ideal. Saya tetap percaya bahwa dalam Islam, poligami tidak dianjurkan. Saya tetap menganggap bahwa kalaulah orang bisa memilih dengan mudah, sebaiknya orang tidak berpoligami.

Saat itu saya memang barangkali tinggal selangkah sebelum menyatakan, â€™â€™poligami adalah haram’’. Saya sempat percaya bahwa sebenarnya tidak ada lagi kondisi di dunia modern ini yang dapat menjustifikasi poligami. Tapi perjalanan hidup saya ternyata membawa saya pada kondisi yang membuat saya harus percaya bahwa adanya ayat itu dalam kitab suci yang saya yakini tidaklah hadir secara kebetulan. Saya harus memilih, dan saya kemudian memilih untuk menikah lagi.

Saya mencintai istri dan anak-anak saya. Saya tetap tidak membentak, tidak bersuara keras, tidak sekalipun menyakitinya secara fisik, tidak melarang istri saya untuk melakukan hal-hal yang diinginkannya, saya bekerjasama dengan dia membersihkan rumah ketika pembantu tidak ada, saya tidak keberatan istri saya mengambil keputusan-keputusan penting dalam rumah-tangga, saya membelikan hadiah2 kecil, kami berdiskusi,. .. dst.

Saya tetap menghargai istri saya. Kedua istri saya. Saya tetap menganggap adalah takdir yang membuat saya pertama kali menikah. Dan sekarang saya menganggap adalah takdir pula yang menyebabkan saya menikah kembali.

Kepada teman-teman yang sudah menunjukkan sikap memahami, saya berterimakasih sekali atas pengertian itu. Tapi, saat ini, saya memang
tidak bisa menjelaskan kondisi yang menyebabkan saya memilih untuk menikah lagi. Hal itu terlalu pribadi sifatnya dan saya tidak yakin apakah dengan menyampaikannya kepada publik, akan ada manfaatnya.

Saya sudah terlalu banyak bicara. Saya harus berhenti.

Ade armando

Ade Armando yang Munafik Itu Kini

 

Tag:

    ade armando poligami - ade armando poligami arifin ilham -
Baca juga:  Fahri Hamzah: Propaganda Anti Korupsi Seperti Cara Kerja PKI