Viralkan…!!! Pura-pura Wakaf Motor, Lelaki Ini Menipu Lembaga Amil Zakat. Tandai Wajahnya dan Tangkap!!!

oleh
Viralkan...!!! Pura-pura Wakaf Motor, Lelaki Ini Menipu Lembaga Amil Zakat. Tandai Wajahnya dan Tangkap!!!
loading...

HATI2 PENIPUAN…!!!
Modus penipuan dgn berpura2 akan wakaf motor terjadi di lembaga zakat…..!!!

#Menurut pengakuan dari yg korban beliau didatangin donatur yg ingin wakaf motor. Dan mengajak ke dealer langsung. Tetapi setelah motor keluar dari dealer beliau minta uang 3 juta untuk nambahin dananya karena ternyata dia kurang.
#Nanti akan diganti dikantor temen tadi setelah motornya diantar.

loading...

Viralkan...!!! Pura-pura Wakaf Motor, Lelaki Ini Menipu Lembaga Amil Zakat. Tandai Wajahnya dan Tangkap!!!

#Setelah motor sampai dikantor yayasan , ternyata motor belum dibayar dan penipu bilang akan dibayar di kantor yayasan.
#Motornya diambil lagi sama dealer karena belum dibayar.

INFO VALID… TOLONG BANTU SHARE agar tidak ada lagi lembaga2 zakat/yayasan2/masjid2 yg tertipu…!!! Agar segera tertangkap nih penipu. Aamiin…

Jazakumullah khoir …

#Modus yg sama dgn pura2 mau “WAKAF KARPET”… Baca info di komentar…!!!

Kronologis Kejadian

*Kronologis*
1. Pada hari Sabtu, 23 September 2017 datang seseorang ke kantor Yayasan Ahlul Qur’an Indonesia (TAUD – AQ), Jl Cempaka Putih Raya no 51, Jakarta Pusat yang mengaku bernama H. Bambang Ali (Hp. No. +6281319058961).
Fostur tubuh tinggi besar (gendut), kulit sawo matang. Disamping mata kiri ada bekas garis codetan 7 cm kebawah (foto terlampir), Berniat untuk Wakaf Karpet untuk ruangan mushollah dan ruang majlis ilmu. Atas dasar tersebut, beliau minta izin untuk diukur sekaligus disuruh pilih warna karpet yg disukai. Beliau juga menyampaikan bahwa kita hanya berkewajiban untuk membayar ongkos pemasangan sebesar Rp 4 Jt.

2. Setelah diukur dan ditentukan warnanya, kami diajak ke toko yg menurut pengakuan beliau adalah toko milik istrinya.

3. Sesampainya di toko, kami dipersilahkan duduk di sofa dan beliau menyampaikan kwitansi atas biaya pemasangan karpet sebesar Rp. 4 jt dan diminta dibayar diawal untuk bayar tukang.

Baca juga:  Ketika Aset-aset Vital Negara Pada Dijual Oleh Jokowi. #SelamatkanNKRI

4. Karena kami tidak membawa uang tunai sebesar Rp 4 jt, kami bertanya apakah boleh bayar dengan debit BCA? Kami bertanya karena di meja kasir ada mesin debit BCAnya dan Beliau langsung jawab cash saja dan memberitahukan diseberang toko ada ATM BCA.

5. Ketika beliau tidak menerima pembayaran dengan Debit BCA dan yg menjaga toko juga adalah seorang laki-laki tionghoa (tidak sesuai dengan cerita awal), kami mulai ragu dan akhirnya memberitahukan bahwa pembayarannya akan kami kirimkan via staf kami setelah kami kembali ke yayasan. Tujuan kami supaya ada waktu untuk musyawarah sesama pengurus.

6. Sesampainya di yayasan, kami tetap berusaha berbaik sangka dan tetap mengirimkan pembayaran, namun supaya aman tidak cash, akan tetapi berupa cek cash. Pikiran kami karena hari itu adalah hari sabtu, beliau tidak bisa cairkan cek tersebut. Sedangkan jadwal pengiriman barang dan pemasangan yg telah dijanjikan adalah hari sabtu sore.

7. Setelah cek diantar, karpet pun dikirim ke Yayasan sesuai dengan ukuran dan warna yg dipesan. Alhamdulillah kami senang dan tenang. Pikiran kami tidak ada penipuan.

8. Setelah 1 jam karpet diterima, Pak Jeffri ( pemilik toko sebenarnya) datang dan menagih uang karpet kepada kami.

9. Kami sebagai pihak yayasan, menyampaikan kepada Pemilik Toko bahwa kami tidak pernah membeli karpet, akan tetapi menerima Wakaf karpet dari Saudara Bambang Ali.

10. Pemilik toko sangat shock dan menyatakan kita telah ditipu. Beliau juga menyampaikan telah menalangi cek dari Yayasan sebesar Rp. 4 jt dengan menggantikannya dengan uang tunai sebesar Rp. 4 jt kepada Saudara Bambang Ali.

11. Bahwa tujuan Sdr Bambang Ali membawa kami ke toko adalah untuk meyakinkan pemilik toko bahwa pembelinya adalah yayasan kami. Karena yayasan, pemilik toko tidak ada kekhawatiran mengenai pembayaran.

Baca juga:  Lagi...!!! Penghina TNI Kembali Berulah. Nyatakan TNI Bermental Tempe

12. Bahwa atas musibah tersebut, kami menghimbau kepada seluruh pengurus mesjid/majlis ta’lim/yayasan untuk waspada, bilamana ada orang seperti cerita diatas, kami himbau untuk berhati hati dan jangan pernah mau membayar biaya apapun karena itu adalah penipuan.

Semoga pengalaman kami ini bisa menjadi pelajaran penting buat ummat dan semoga pula Allah membukakan pintu taubat kepada yg mengaku bernama Bambang Ali.

Salam
Yayasan Ahlul Qur’an Indonesia

H. Amris Pulungan SH
Ketua
0816814200