Barang Siapa yang Mengatakan Dua Ritual Ini Dibolehkan Islam, Kafirlah Dia

oleh
Barang Siapa yang Mengatakan Dua Ritual Ini Dibolehkan Islam, Kafirlah Dia
loading...

Barangsiapa yang mengatakan kedua ritual ini boleh, kafir lah ia tanpa ada keraguan

Oleh : Dony Arif Wibowo

loading...

Dewi Sri adalah tokoh mitologi Hindu yang konon menjadi sumber asal tanaman padi. Karenanya lah kemudian masyarakat agraris tradisional (baca : kuno) Jawa-Bali memujanya sebagai lambang keberkahan dan kesuburan dengan segala ritualnya yang kental dengan nuansa animisme dan dinamisme.

Misal, Mapag Dewi Sri – yang katanya si Sri ini menjaga tanaman padi. Salah satu elemen penting dalam ritual ini adalah sesajen. Dengan mempersembahkan sesajen dalam perhelatan Mapag Dewi Sri tersebut diharapkan mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

Upacara yang masih saudaraan dengan Mapag Sri adalah Nadran. Nadran sukuran laut dilakukan agar hasil tangkapan ikan para nelayan banyak/melimpah. Untuk itu, disediakan sesajen berupa kepala kerbau, kembang tujuh rupa, buah-buahan, makanan khas, dan lain sebagainya yang dipersembahkan untuk penguasa laut.

Perbuatan Mapag Sri dan Nadran Laut ini jelas syirik akbar. Allah ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam” [QS Al-An’aam : 162].

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh” [QS. Al-Hajj : 31].

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” [QS. An-Nisaa’ : 48].

Tidak bisa menjadi ‘syar’iy’ ( ? ) hanya sekedar dikasih nyanyian shalawatan. Barangsiapa yang mengatakan kedua ritual ini boleh, kafir lah ia tanpa ada keraguan. Apalagi yang mengatakannya adalah orang yang tahu bahasa Arab, serta pernah belajar dan diajari tentang tauhid dan syirik beserta dalil-dalilnya; maka tidak ada udzur kejahilan baginya. Kecuali saat bicara yang bersangkutan sedang hilang akalnya (baca : gila).

Keterangan:

Gambar 1 adalah patung Dewi Sri koleksi Museum Sonobudoyo.

Gambar 2 adalah kepala kerbau isi sesajen ritual Nadran.

Tag:

    hukum mapag dewi sri menurut islam -