Buntut Jokowi Tolak Konferensi Pers Bersama PM New Zealand. Pers: Ini Penghinaan!!!

oleh
Buntut Jokowi Tolak Konferensi Pers Bersama PM New Zealand. Pers: Ini Penghinaan!!!
loading...

Jokowi menolak konperensi pers bersama PM Ardern di New Zealand, sehingga pers disana menganggap penolakan itu sebagai penghinaan. It’s an insult!

Kunjungan kenegaraan Jokowi ke Selandia Baru ternyata menyisakan kekecewaan bagi pemerintah dan warga Selandia Baru

loading...

Hal ini terungkap dalam sebuah artikel berita New Zealand Herald berjudul “Audrey Young : Visiting Leaders Show Disrespect by failing to share platform with Jacinda Ardem” ,yang ditulis Audrey Young, seorang editor politik New Zealand, Minggu 25 Maret 2018

Dalam kutipannya, Young dengan tegas menuliskan : “it was shamefull that ona state visit he failed to present himself in some manner to the public of new zealand”. Jokowi telah gagal menempatkan diri sesuai adat dan kepatutan di hadapan publik selandia baru

Kecaman ini ternyata terkait dengan penolakan jokowi untuk melakukan konferensi pers resmi dengan perdana mentri Ardem

Padahal sebelumnya, dalam persiapan kunjungan kenegaraan ini, mentri luar negeri dan perdagangan Selandia Baru telah mengajukan permohonan konferensi pers bersama antara kedua pemimpin negara, namun permintaan ini ditolak Jokowi

Penolakan Jokowi ini bisa dianggap sebagai sebuah pelecehan terhadap pemerintah Selandia Baru. “Two leaders fronting together and talking about the relationship is an implicit display of respect for the other leader and country. The opposite applies. To decline to do so is implicity disrespectful to Ardem and New Zealand” , tulis Young

Young menambahkan, memang mengadakan konferensi pers bersama beresiko memunculkan beberapa pertanyaan sensitif kepada Jokowi, misalnya tentang isu Papua Barat

Lebih jauh Young menuliskan, jika seorang pemimpin negara tidak memiliki kemampuan untuk menghadapu konferensi pers yang mungkin memunculkan pertanyaan sensitif mungkin sebaiknya mereka tidak terjun ke politik. “But if they don’t have the skill to handle those, maybe they should not be in politics”

Baca: http://www.nzherald.co.nz/nz/news/article.cfm?c_id=1&objectid=12019850

FB: Johan Wahyudi